jump to navigation

<abbr> vs <acronym> Januari 4, 2007

Posted by Michael Andreas in ICT.
trackback

<abbr> vs <acronym>

Suatu ketika di dunia blog, seorang blogger termenung ketika hendak mengetikkan sebuah singkatan. Ia bingung, agar teksnya sungguh benar secara semantik, apakah harus menggunakan tag <abbr> atau <acronym>. Ya, saudara-saudari, blogger tersebut adalah saya (sok mengukuhkan diri sebagai blogger).

Mulailah saya menyelami hard disk untuk mencari kitab besar HTML keluaran W3C (a.k.a. HTML 4.01 Specification). Disana dikatakan <abbr> dan <acronym> merupakan bagian dari keluarga “phrase elements” (masih satu keluarga dengan <em> dan <strong>, ternyata). Perihal kedua tag tersebut saya kutip demikian:

ABBR:
Indicates an abbreviated form (e.g., WWW, HTTP, URI, Mass., etc.).

ACRONYM:
Indicates an acronym (e.g., WAC, radar, etc.).

Walaupun masih bingung, dari contoh-contoh yang diberikan mulai terlihat perbedaannya. Agar lebih jelas, saya lakukan ritual Suhu Acenk dan langsung “googling”. Berikut ini laporan singkat saya.

Abbreviation

Diterjemahkan bebas menjadi “singkatan” atau “penyingkatan” (semoga tidak salah). Abbreviation merupakan bentuk penyingkatan dimana elemen-elemen pembentuknya berasal dari sebuah atau rangkaian kata. Contoh abbreviation adalah: XML, OPEC, dan modem.

Acronym

Acronym merupakan bentuk dari abbreviation. Apabila singkatan dapat dibaca sebagai suatu kata (entah memang dirancang demikian ataupun hanya kebetulan belaka), maka singkatan itu secara khusus disebut acronym. Contoh acronym adalah: RAM, GIF, dan scuba.

Selain abbreviation dan acronym, masih ada beberapa istilah lain yang berkaitan dengan singkatan seperti initialism dan contraction. Bagi Anda yang masih terpukau dengan isu seperti ini dipersilahkan untuk berkelana sendiri ke wild wild web.

Singkat cerita, gunakanlah tag yang tepat. <acronym> untuk singkatan yang dapat diucapkan tanpa harus bersilat lidah, dan <abbr> untuk singkatan lainnya. Dengan menggunakan tag yang tepat Anda akan:

  • membuat tulisan lebih aksesibel untuk dibaca oleh alat seperti screen-reader,
  • memberi pengetahuan baru pada pembaca yang belum mengetahui arti singkatan tersebut,
  • dan tentunya puas. 😀

Sebenarnya isu yang sama juga pernah saya alami sekitar 6–8 bulan yang lalu ketika menjadi kontributor di HelpJogja. Namun disebabkan oleh kondisi emergency pada saat itu, langsung saja saya gunakan tag-tag tersebut tanpa pikir panjang. Setelah ditilik kembali, ternyata banyak (jika tidak semua) penggunaan <abbr> dan <acronym> yang tertukar (misal di halaman ini)! Hohoho, ampuni saya ya teman-teman HelpJogja..

Nah.. Semoga semua sudah cukup jelas. Blogger pada kisah di awal tadi sudah tidak bingung lagi.

Links:

Iklan

Komentar»

1. nurmahysa - Januari 4, 2007

oalah tole tole…. gituajakoqrepot!

2. Mike - Januari 6, 2007

sial.. suka2 aku dunk dest. aku kan suka ngerepotin yang gak penting! huh.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: